Waste Bank: Lingkungan Sehat, Lapangan Kerja dan Ekonomi Meningkat (Bagian 3)

Bank Sampah

Bank sampah merupakan salah satu sistem baru dalam mengelola sampah yang berkembang di Indonesia. Bank sampah adalah suatu wadah yang melakukan tiga kegiatan meliputi menghimpun sampah anorganik yang berpotensi untuk di daur ulang atau diubah menjadi bahan yang mempunyai nilai jual, menyalurkan bahan daur ulang dan produk dari sampah, dan melakukan bagi hasil dari hasil penjualan ke konsumen.[1]

Adanya Bank Sampah merupakan hasil gagasan kreatif dari Bambang Suwerda asal Bantul Yogyakarta.[2] Ia adalah dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta yang berhasil mewujudkan idenya untuk menangani kasus deman berdarah di Bantul tahun 2008.[3] Selain menangani kasus tersebut, adanya bank sampah dalam masyarakat juga memberikan banyak manfaat diberbagai bidang. Dan ide yang membangun tersebutlah yang banyak diadopsi oleh daerah-daerah lain untuk mendirikan bank sampah di kawasannya serta sebagai tindak lanjut dari peraturan tentang pengelolaan sampah yang sudah berlalu di Indonesia.

Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan satu bank sampah saja, permasalahan sampah tidak hanya diselesaikan, namun permasalahan pekerjaan ataupun pendapatan masyarakat dapat terbantu dengan wujud bank sampah di suatu daerah. Akan tetapi dengan penerapan bank sampah di berbagai tempat akan memaksimalkan manfaat yang ada.

Penelitian Donna Asteria dan Heru Heruman di tahun 2015, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dengan penerapan prinsip reduce, reuse, recycle dan replant (4R) penting dalam penyelesaian masalah sampah melalui pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Bank sampah yang berbasiskan partisipasi warga perempuan merupakan modal sosial dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.[4]

Tidak hanya perempuan, bank sampah juga dapat membuka lapangan kerja baru sehingga pengangguran dapat teratasi dengan hal ini. Tabungan hasil penyetoranpun juga dapat digunakanuntuk membantu perekonomian seseorang, dengan demikian bank sampah dapat dijadikan solusi permasalahan pekerjaan ataupun peningkatan ekonomi selain mengatasi permasalahan sampah yang ada.

Melihat kemajuan industri yang ada, bank sampah saat ini juga dapat diakses dengan basis internet yang dapat mempermudah pengelolaannya. Smash atau banksampah.id hadir sebagai wujud perkembangan atau teknologi yang menyertai kehidupan masyarakat ini.

Maka, bukanlah sebagai alasan lagi jika memandang sampah sebagai barang yang tidak berguna. Dengan sampah, permasalah dapat terselesaikan dan memberi manfaat bagi semua lini kehidupan.

Kesimpulan

Disinilah fungsi Bank Sampah sebagai penunjang akan kepedulian warga tetang lingkungan, sebagai perubah pemikiran masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi, dan sebagai penunjang perekonomian masyarakat.

Bank Sampah sebagai solusi penanganan sampah sekaligus memberi manfaat di bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan juga kesehatan. Dengan bank sampah, seseorang dapat meningkatkan kreatifitasnya. Dengan bank sampah, seseorang dapat mendapatkan penghasilan. Dengan bank sampah, seseorang mendapatkan pekerjaan, dan lain-lainnya.


[1] Ika Wahyuning Widiarti, Pengelolaan Sampah Berbasis “Zero Waste” Skala Rumah Tangga Secara Mandiri, Jurnal Sains dan Teknologi  Lingkungan, Vol. 4 No. 2 Juni 2012 hlm. 107-108

[2] Hudaya Latuconsina, Pendidikan Kreatif: Menuju Generasi Kreatif dan Kemajuan Ekonomi Kreatif di Indonesia, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2014), h. 33

[3]Anih Sri Suryani, “Peran Bank Sampah dalam Efektivitas Pengelolaan Sampah (Studi Kasus Bank Sampah Malang)”,  Aspirasi, Vol. 5 No. 1, Juni 2014, h. 74

[4] Donna Asteria dan Heru Heruman, Bank Sampah Sebagai Alternatif Srategi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Tasikmalaya (Bank Sampah (Waste Banks) as an Alternative of Community-Based Waste Management Strategy in Tasikmalaya, Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol. 23, No. 1, Maret 2016, hlm. 136-141

DAFTAR PUSTAKA

As-Syuyuti, Imam Jalaluddin Abdurrahman al-Ashbah wa Nadhoir, first edition, Lebanon: Darrul Kutub al-alamiyah

Asteria, Donna dan Heru Heruman, 2016. “Bank Sampah Sebagai Alternatif Srategi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Tasikmalaya”, Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol. 23

Latuconsina, Hudaya. 2014. Pendidikan Kreatif: Menuju Generasi Kreatif dan Kemajuan Ekonomi Kreatif di Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Suryani, Anih Sri. 2014. “Peran Bank Sampah dalam Efektivitas Pengelolaan Sampah (Studi Kasus Bank Sampah Malang)”,  Jurnal Aspirasi, Vol. 5

Wahjono, Sentot Imam. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat

Widiarti, Ika Wahyuning. 2012. Pengelolaan Sampah Berbasis “Zero Waste” Skala Rumah Tangga Secara Mandiri, Jurnal Sains dan Teknologi  Lingkungan, Vol. 4

UU RI No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah

Penulis: Yunita Wulandari, M.H.

Leave a Comment