Siap Menghadapi Bonus Demografi, Mahasiswa Prodi HES Ikut Berpartisipasi dalam acara Global Leadership Bootcamp 2020

Berita HES
Delegasi UNIDA Gontor berfoto bersama Staf Khusus Presiden, Ayu Kartika Dewi dalam acara GLBC 2020

UNIDA SIMAN – Bangsa Indonesia sedang menghadapi peristiwa “Bonus Demografi” yang menurut hasil penelitian terjadi 600 tahun sekali, dimana 75 persen masyarakat Indonesia didominasi oleh kalangan pemuda. Oleh karena itu, lembaga Sahabat Beasiswa dalam rentetan acara “Global Leadership Bootcamp 2020” yang diadakan di Kaliurang, Yogyakarta pada hari Jum’at hingga Ahad, 7-9 Februari 2020 mengajak dan membimbing generasi muda bangsa Indonesia agar aktif berperan penting dalam kemajuan bangsa dalam segala aspek kehidupan.

Dari 1000 lebih pendaftar, dipilihlah 200 peserta yang berkesempatan mengikuti acara ini melalui seleksi Motivation Letter. Adityo Wiwit Kurniawan dari program studi Hukum Ekonomi Syari’ah semester 2 berhasil lolos dan berkesempatan mengikuti acara tersebut, dengan ditemani Roby dari prodi Hubungan Internasional dan Elang dari prodi Perbandingan madzhab semester 4. Acara tersebut dimulai di hari Jum’at dengan 3 sesi acara Talkshow dan dilanjut acara Workshop design thingking dan FGD pada malam harinya, narasumber dalam acara Talkshow tersebut pada sesi pertama dengan bertemakan “How to Make The Positive Impact for Society?” diantaranya, Ibu Tri Mumpuni sebagai wanita penggerak masyarakat yang berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro untuk memberikan penerangan di 60 titik wilayah Indonesia dan satu lokasi di Filipina sejak tahun 1997 hingga sekarang. Selanjutnya Sugeng Handoko Nglanggeran, yang merupakan salah satu tokoh sociopreneur inspiratif di Indonesia. Beliau merupakan penggagas sekaligus pendiri Ekowisata didesa Nglanggeran. Selain 2 tokoh tersebut, di sesi pertama turut hadir Hardika Dwi Hermawan yang merupakan alumni Award LPDP 2019 Bidang Pendidikan. Beliau juga aktif di berbagai komunitas sosial masyarakat, telah mempublikasikan beberapa jurnal internasional, dan saat ini merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Di sesi kedua, dengan bertemakan “This is My Way to Love INDONESIA” diisi oleh Ayu Kartika Dewi yang merupakan salah satu staf khusus Presiden Jokowi sejak tahun 2019. Beliau menerima Keller Scholarship, Fullbright Scholarship, dan telah mendapatkan gelar MBA dari Universitas Duke, Amerika Serikat. Beliau juga merupakan salah satu perumus Gerakan Indonesia Mengajar dan Gerakan Sabang Merauke yaitu program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia yang bertujuan menanamkan semangat toleransi. Ikut hadir ibu Isti Asih sebagai perwakilan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sesi ketiga yang diadakan pada malam hari, dengan tema “Study Abroad, Come back, Make Big Impact!” diisi oleh Budi Santoso sebagai penerima beasiswa LPDP dan I Made Andi Arsana yang merupakan salah satu dosen berprestasi di Universitas Gadjah Mada. Pada tahun 2013, beliau berhasil menyelesaikan S3-nya dengan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) di Wollongong University. Sebelumnya beliau menempuh S2 di New South Wales University. Malam tersebut dilanjut dengan Workshop design thingking dan FGD (Forum Group Discussion) dengan bimbingan dari Forum Indonesia Muda Yogyakarta, dengan bertemakan aspek-aspek permasalah dan isu problematika yang sedang di hadapi di Indonesia beberapa tahun belakangan.

Adityo, prodi HES semester 2 di SDN Kandangan 2, Sleman, Yogyakarta dalam acara Social Project

Dihari kedua, seluruh peserta diarahkan untuk mengikuti kegiatan Social Project dan Company Visit di tempat yang berbeda-beda setiap kelompoknya diantaranya menghias anggrek dan susur sungai bersama Turun Tangan Yogya, Simple Act for Climate Change bersama UNPEDEIN, Story Telling and Traditional Games bersama Komunitas Kelas Inspirasi, Sharing with Orphanage bersama Komunitas Indonesia Future Leaders. Untuk Company visit sendiri bertempat di PrivyID, Qiscus, dan Amikom Business Park Startup Incubator. Rentetan acara tersebut dilanjut dengan Explore Yogyakarta di malam hari yang bertempat di Malioboro.

Dihari ketiga, acara dilanjut dengan poster presentasi FGD dan Design Thingking yang telah dibuat dihari pertama oleh masing-masing kelompok. Setelah acara tersebut, dilanjut dengan Talkshow dengan tema “Indonesia on Foreign Perspective” yang diisi oleh Ioann Fainsilber yang merupakan WNA yang merupakan lulusan Bath University (S1) dan London School of Economics and Political Science (S2). Salah satu kontribusinya untuk Indonesia dengan mendirikan Pintek yaitu perusahaan fintech yang menyediakan akses pinjaman pendidikan untuk berbagai jenjang dan jenis pendidikan (pre-school – post graduate, informal & formal) melalui cicilan yang terjangkau, aman, dan tanpa jaminan. Selain beliau, ikut hadir pula Radyum Ikono penerima lebih dari 10 beasiswa dunia. Beliau menyelesaikan pendidikan di NTU singapura, dan Tsukuba Jepang. Beliau merupakan pendiri komunitas Sahabat Beaiswa yang bertujuan untuk membantu sebanyak mungkin anak Indonesia belajar ke luar negeri dengan beasiswa. Pada tahun 2018 beliau mendirikan start-up pendidikan bernama Schoters, Perusahaan ini percaya bahwa setiap orang bisa belajar ke luar negeri. Acara tersebut ditutup dengan Farewell & Award  bagi peserta dan kelompok terbaik dalam acara tersebut.

Acara GLBC merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Sahabat Beasiswa, yang sebelumnya program ini bernama Sahabat Beasiswa Summit (SB Summit), pada tahun ini mengusung tema “Grooming Future Leaders of The Worlds”, dengan harapan agar seluruh peserta dalam program ini menjadi putra-putri bangsa yang berwawasan global, sehingga mampu bersaing dan berkolaborasi dengan beragam masyarakat dari berbagai negara.

By. Adityo/HES2