Refleksi Diri

Tepat hari ini, kita telah memasuki bulan baru. Bulan September tahun Masehi dan masih pada bulan Muharram tahun Hijriyah. Sebagaimana diketahui, Bulan Muharram adalah salah satu dari 4 bulan haram (Dzulhijjah, Dzulqo’dah, Muharram dan Rajab) berdasarkan surat At-taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

36. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram[1] Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri[2] kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Maka, tak salah jika kita melakukan “Refleksi diri” atau biasa dikenal dengan  “muhasabah nafsyang merupakan suatu tindakan untuk menilai dan mengkaji diri sendiri, berdasarkan kebiasaan, dan perilaku yang selama ini kita lakukan.

  • Pada bulan Muharram ini, bulan dengan kemuliaannya,  sudahkah kita jalani dengan semaksimal mungkin?
  • Sudahkah perilaku kita ini bermanfaat untuk orang lain?
  • Apakah pekerjaan yang kita lakukan ini hanya sebatas memenuhi kewajiban saja atau karena keterpanggilan diri?
  • Dst

Pada intinya, jangan sampai kita menjadi orang hilang, tidak tahu jalan hidup/ tujuan karena tidak mengetahui bagaimana karateristik diri ini. Kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas diri kita. Dan yang membentuk bagaimana kualitas diri seseorang berdasarkan 3 hal, yaitu;

  1. pikiran
  2. perasaan/ kepercayaan
  3. perilaku

Perilaku/ sikap seseorang berasal dari pikiran yang mendukung suatu keyakinan atas sesuatu, dari keyakinan inilah membentuk sikap/ perilaku seseorang. Inilah yang kenal dengan worldview. Perilaku yang kita lakukan adalah hasil dari kepercayaan/ keyakinan kita.

Jika kita merasa belum maksimal, diam ditempat, dalam zona nyaman, dsb. Maka kita perlu hijrah, transisi atau move on untukmenjadi lebih baik. Ada petuah/ nasehat yang kami ingat ketika menjadi santri kala itu. Dan hal tersebut merupakan salah satu nilai-nilai yang ada di pondok ini. Banyak cara untuk mencapai tujuan. Kesuksesan dalam pencapaian tujuan ataupun dalam segala hal dapat diraih jika kita mengenal kunci-kunci kesuksesan hidup. Dan orang-orang yang berpikir keras, bekerja keras, bersabar keras dan berdoa keras, merekalah yg dapat meraih kesuksesan hidup.

Berpikir keras adalah dasar meraih kesuksesan dalam bidang apapun. Berpikir sebanyak banyaknya dengan selalu meningkatkan kuantitas maupun kualiatas pekerjaan yg ada dalam diri kita. Berpikir keras berarti kita memiliki kemauan keras untuk meningkatkan produktivitas kinerja kita. Berpikir keras adalah salah satu wujud besarnya tanggungjawab terhadap tugas-tugas yang diembannya. Tipe orang yang “menunggu”, minta dikasih tau, minta dilayani tidak akan mungkin bisa berpikir keras karena mereka pasif. Maka, hal ini semua membutuhkan latihan dan terus aktif untuk melibatkan diri dalam berbagai kegiatan.

Bekerja keras merupakan syarat utama untuk meraih kesuksesan. Setiap melaksanakan atau mewujudkan cita-cita harus dengan penuh kesungguhan. Kesungguhan akan melahirkan potensi dan kekuatan dalam diri kita.

Bersabar keras, orang yang sabar adalah orang yang paling kuat. Kesabaran adalah kunci pertahanan yang paling kokoh dan terakhir. Bisa diartikan juga “ngempet” (menahan). Menjaga ketahanan jiwa, bertahan untuk tidak cept marah, cepat putus asa dll.

Berdo’a keras artinya melakukan pendekatan diri kepada Allah dengan berbagai wirid, dzikir, tahajud dan puasa kita. Berdo’a dengan sepenuh hati, memohon kepada Allah untuk diberi kekuatan menghadapi segala cobaan, halangan, kesulitan atau tantangan hidup. Dalan tradisi kita, perlulah kita selalu berdo’a, mendo’akan dan minta doa.

Self development sangat penting kita lakukan. yaitu upaya untuk merekayasa diri agar menjadi maju dan berkembang, dengan memerankan dan memfungsikan diri semaksimal mungkin. Jika tidak ada usaha meningkatkan diri, maka sulit bagi orang lain untuk meningkatkan diri kita.

Dalam kehidupan, kita sering berhadapan dengan berbagai karakter. Ada karakter yang sama atau sesuai dengan karakter diri kita. Namun, ada juga yang berbeda karakter dan berlawanan dengan karakter kita. Di suatu perusahaan misalnya, dalam satu bagian/ sektor pasti terdapat gesekan didalamnya. Gesekan ini akan menjadi masalah atau tidak tergantung bagaimana sikap kita menyikapi hal tersebut.

 Salah satu kunci keharmonisan atau kedamaian dalam hal ini adalah kemampuan diri dalam memahami satu sama lain. Manusia harus saling tolong menolong dalam menjalani kehidupan ini. Sebagaimana sepasang sepatu yang diciptakan berbeda oleh pembuatnya. Ada kanan dan kiri, mereka selaras saling memenuhi satu sama lain. Perbedaan untuk saling melengkapi, bekerja sama untuk mencapai tujuan utama. Inilah yang harus kita pahami dalam kehidupan kita.

Sepandai kita memfungsikan diri kita, sebesar itu pula keuntungan yang kita dapatkan.

Penulis: Yunita Wulandari, M.H


[1] Maksudnya antara lain Ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah Haram (Mekah) dan ihram.

[2] Maksudnya janganlah kamu Menganiaya dirimu dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan Mengadakan peperangan.

Leave a Comment