Kurikulum

  1. Kurikulum

Peran Fakultas/Sekolah Tinggi dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum untuk program studi yang dikelola.

Peran Fakultas dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum sangat signifikan (berguna). Hal ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari Institut, di antaranya dorongan untuk membuka prodi baru yang relevan dan aktual, penyediaan fasilitas belajar mengajar, pengorganisasian kegiatan belajar mengajar. Dukungan yang utama dari Institut dan yayasan adalah dalam bentuk penyediaan dana yang cukup untuk keperluan pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran di Fakultas Syariah.

Kurikulum pada setiap Program Studi di bawah naungan Fakultas Syariah merupakan faktor penting dalam mendukung kinerja dan pencapaian visi, misi dan tujuan Fakultas Syariah pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, Fakultas Syariah rutin mengadakan evaluasi dan rapat kurikulum di kalangan fungsionaris fakultas dan para ketua program studi. Di samping itu, Fakultas Syariah mengundang dan berkonsultasi dengan para pakar tingkat nasional maupun internasional untuk memberikan rekomendasi dan review kurikulum pada Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum (PM) dan Hukum Ekonomi Syariah(HES).

Seluruh kurikulum pada Fakultas Syariah dijabarkan dalam mata kuliah dan didistribusikan pada tiap semester dengan sistem paket. Artinya, mahasiswa diwajibkan untuk memilih paket mata kuliah yang telah ditentukan oleh masing-masing Prodi di Fakultas Syariah pada setiap semesternya. Fakultas Syariah juga telah menetapkan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) atau silabus setiap mata kuliah di masing-masing prodi. Hal ini dilakukan agar menjadi acuan dasar para dosen untuk melakukan kegiatan perkuliahan pada materi yang diampu oleh setiap dosen. Sehingga, pencapaian visi, misi dan tujuan Fakultas Syariah dapat diwujudkan sesuai dengan harapan.

Fakultas menganjurkan kepada setiap di dosen di bawah naungan Fakultas Syariah untuk menulis dan menerbitkan buku ajar, minimal bahan ajar ataupun modul pembelajaran dalam kuliah. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pada mahasiswa dalam memahami dan menguasai setiap materi yang disampaikan di ruang kuliah dengan maksimal.

Pembahasan kurikulum dalam rapat fakultas dilakukan secara rutin. Pembahasan kurikulum tersebut meliputi evaluasi kurikulum, evaluasi pembelajaran dosen pengampu, pemilihan dosen pengampu berdasarkan kualifikasi dan pembahasan tentang strategi pengembangan kurikulum pada masa yang akan datang.

  1. Pembelajaran

Peran Fakultas/Sekolah Tinggi dalam memonitor dan mengevaluasi pembelajaran.

Monitoring Pembelajaran

Pengawasan Fakultas Syariah dalam pembelajaran meliputi disiplin akademik mahasiswa dan disiplin pada dosen. Disiplin akademik mahasiswa dilakukan melalui Biro Akademik dan Administrasi Kemahasiswaan dengan melakukan pengecekan jumlah kehadiran mahasiswa pada proses pembelajaran/ perkuliahan. Bagi mahasiswa dengan kehadiran di bawah 75%, maka yang bersangkutan tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) dan dinyatakan tidak lulus dalam materi tersebut. Sedangkan disiplin para dosen, dilakukan dengan menghitung jumlah tatap muka yang dilakukan oleh dosen dalam satu semester, apabila jumlah tatap muka kurang dari 14 tatap muka, maka dosen tersebut tidak atau belum dapat melakukan Ujian Akhir Semester hingga dosen tersebut dapat melengkapi jumlah tatap muka hingga 14 kali tatap muka.

Fakultas Syariah telah melaksanakan program pengecekan absen mahasiswa pada setiap materi untuk mengetahui jumlah kehadiran. Apabila terdapat mahasiswa yang absen atau tidak hadir tanpa keterangan, Fakultas Syariah telah memperingatkan mahasiswa tersebut dengan cara mengumumkan jumlah kehadiran dan absen, memanggil mahasiswa bersangkutan untuk diarahkan.

Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran dilakukan oleh Fakultas Syariah secara rutin pada rapat-rapat yang melibatkan seluruh fungsionaris Fakultas dan Ketua Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum Ekonomi Syariah. Evaluasi juga dilakukan pada pertemuan-pertemuan non-formal dengan para dosen Fakultas Syariah secara personal tentang proses pembelajaran. Salah satu bentuk evaluasi yang dilakukan fakultas kepada para mahasiswa adalah dengan mengumpulkan seluruh mahasiswa Fakultas Syariah untuk sosialisasi program-program fakultas dan evaluasi pembelajaran sekaligus menginventarisir permasalahan dan aspirasi mahasiswa. Proses evaluasi juga dilakukan dengan mengumpulkan mahasiswa pada semester tertentu untuk pengarahan dan evaluasi kegiatan pembelajaran yang sedang dan akan dilalui. Seluruh hasil dari proses evaluasi baik dari para dosen maupun dari para mahasiswa selanjutkan akan dibahas pada rapat fakultas yang diselenggarakan pada setiap hari Selasa pukul 09.00 di kantor Fakultas Syariah.

  1. Suasana Akademik

Peran Fakultas/Sekolah Tinggi dalam mendorong  suasana akademik yang kondusif, terutama dalam: (1)  Kebijakan tentang suasana akademik, (2) penyediaan  prasarana dan sarana, (3) dukungan dana, dan (4) kegiatan akademik di dalam dan di luar kelas.

Kebijakan suasana akademik

Dalam rangka menunjang suasana akademik yang ideal, Fakultas Syariah mengagendakan kegiatan-kegiatan akademik di antaranya workshop pada bidang keilmuan yang terdapat pada Fakultas Syariah, seminar nasional tentang Hukum Islam dan pertemuan antara fungsionaris fakultas dengan para mahasiswa untuk mendapatkan evaluasi dan aspirasi dari mahasiswa. Sebagai perguruan tinggi pesantren yang seluruh mahasiswanya diwajibkan tinggal di asrama, Fakultas Syariah memberikan keluasan waktu kepada setiap mahasiswa untuk berkonsultasi kepada dosen-dosen pembimbing yang juga bertempat tinggal di dalam kampus. Hal ini diharapkan terbentuknya hubungan yang harmonis dan kedekatan antara mahasiswa dan dosen, sehingga akan memudahkan proses pembinaan dan pengawasan serta pembentukan karakter para mahasiswa. Di samping itu, fakultas juga mendorong sepenuhnya para mahasiswa untuk menyelesaikan masa studinya tepat 4 (empat) tahun melalui pengarahan dan bimbingan penulisan skripsi yang diberikan kepada mahasiswa semester VII dan VIII. Apabila terdapat beberapa permasalahan yang dialami mahasiswa, fakultas berusaha memberikan solusi terbaik sesuai dengan peraturan yang berlaku di UNIDA GONTOR.

Penyediaan prasarana dan sarana

Fakultas Syariah selalu berusaha untuk melengkapi, memperbaiki prasaranan dan sarana dalam rangka untuk mendukung kegiatan pembelajaran/ perkuliahan. Di antara prasarana dan sarana yang tersedia di Fakultas Syariah adalah:

  1. Kantor Fakultas yang dilengkapi AC.
  2. Kantor Administrasi yang dilengkapi AC.
  3. Ruang perkulihan 24 ruang, dilengkapi oleh whiteboard, kursi meja mahasiswa, meja dan kursi dosen.
  1. LCD Proyektor.
  2. Komputer Administrasi dan Kesekretariatan Fakultas.
  3. Komputer Data dan Nilai Mahasiswa Fakultas Syariah.
  4. Mini Perpustakan Kantor Fakultas Syariah yang digunakan sebagai referensi para dosen.
  5. Lab Peradialan Semu.
  6. Lab Takaful.
  7. Lab Mini Bank.

Dukungan dana

Adapun sumber dana yang digunakan oleh Fakultas untuk penyediaan prasarana dan sarana adalah sepenuhnya didukung dan bersumber dari Universitas dan Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam (YPTD) melalui mekanisme anggaran bulanan. Sumber dan mekanisme pendanaan tersebut dipandang oleh Fakultas Syariah sudah cukup. Namun, tidak menutup kemungkinan pendanaan dari sumber lain, seperti bantuan dari pemerintah dan pihak luar negeri.

Kegiatan akademik di dalam/di luar kelas

Fakultas Syariah sangat mendukung setiap kegiatan akademik mahasiswa di dalam maupun di luar kelas dengan tujuan untuk menunjang dan mengembangkan wawasan akademik para mahasiswa. Kegiatan akademik tahunan Fakultas Syariah adalah:

  1. Studi Tur, untuk mengunjungi tempat-tempat yang memiliki hubungan dengan materi kuliah di masing-masing prodi. Kegiatan ini diwajibkan bagi mahasiswa semester V di Fakultas Syariah. Untuk mahasiswa prodi PM mengunjungi Kejaksaan Tinggi JATENG, Kantor komiosi Pemberantasan Korupsi (KPK)RI, Kantor Mahkamah Agung RI, Kantor Mahkamah Konstitusi RI, Kantor Majlis Ulama Indonesia, Kantor Kejaksaan Agung, Kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Kantor Komisi Yudisial, Kantor Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sedangkan untuk prodi Hukum Ekonomi Syariah mengunjungi beberapa lembaga keuangan syariah seperti Bank Syariah, Asuransi Syariah, Bursa Efek Indonesia cabang Surabaya, BMT dan Bank Indonesia di Surabaya Jawa Timur dan Semarang Jawa Tengah.
  2. Studi Praktek Lapangan (SPL), kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa program studi Hukum Ekonomi Syariah semester VII. Kegiatan ini dilakukan untuk memberi pemahanan kepada mahasiswa tentang praktek keuangan pada lembaga keuangan syariah. kegiatan ini diselenggarakan di beberapa lembaga keuangan syariah (Bank Syariah, BPRS dan BMT) di berbagai wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.
  3. Kuliah Kerja Nyata (KKN), kegiatan ini diwajibkan kepada seluruh mahasiswa semester VI. Adapun objek dari KKN adalah daerah-daerah binaan UNIDA-GONTOR di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Ponorogo dan Ngawi. Kegiatan KKN di UNIDA GONTOR dilakukan dengan pemisahan tempat/wilayah KKN antara mahasiswa dan mahasiswi demi mendukung sunnah dan syariat pendidikan di UNIDA GONTOR.
  4. Kegiatan seminar, diskusi dan workshop baik yang diadakan oleh Program Studi di Fakultas Syariah ataupun yang diadakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Syariah.
  5. Mengutus mahasiswa dalam pertemuan forum akademik regional, seperti Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FOSSEI) yang diadakan di daerah Jawa Timur ataupun tingkat nasional.

Semua kegiatan di atas didukung sepenuhnya oleh Fakultas Syariah, baik dalam hal pembinaan dan bimbingan kegiatan, kesiapan nara sumber, akomodasi, dan bantuan pendanaan kegiatan.