Ekspor dan Impor Untuk Indonesia (Bagian 2)

Melihat perkembangan perdagangan internasional yang melejit ini baik impor atau ekspor khususnya, pihak direktorat jenderal bea dan cukai tidak hanya terpaku pada peaturan yang ada. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga bekerja sama dengan kementrian perdagangan ataupun dengan pihak-pihak pemerintah lainnya guna melancarkan dan mencapai tujuan kepabeanan.

Salah satu contohnya untuk memenuhi undangan Duta Besar United States Trade Representatives (USTR) untuk membahas review AS terhadap negara-negara penerima Generalized System Preferences (GSP) , yang mana Indonesia merupakan salah satu penerimanya. Undangan ini merupakan hasil dari lobi secara tertulis yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Menurut catatan Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dan AS pada 2017 sebesar US$ 25,91 miliar. Ekspor Indonesia mencapai US$ 17,79 miliar dengan realisasi impor sebesar US$ 8,12 miliar. Alhasil, neraca perdagangan Indonesia terhadap AS pada tahun lalu mengalami surplus US$ 9,67 miliar.

Kenaikan tersebut bertahan pada tahun 2018 ini, pada segi yang berbeda menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun ini akan meningkat. Pertumbuhan d tahun 2018 ini lebih tinggi daripada pertumbuhan di tahun 2017. Menkeu mengatakan, kenaikan tersebut didapat dari berbagai indikator dari sisi investasi perdagangan internasional dan terjaganya angka konsumsi di Indonesia. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang investasi dan impor barang modal yang menggambarkan pertumbuhan sektor produksi. Konsumsi rumah tangga dan lembaga non profit yang melayani rumah tangga tumbuh stabil.

Diketahui, berdasarkan data BPS, per Juni 2018 angka inflasi sebesar 0,59 persen. Angka ekspor dan impor juga menunjukan perbaikan sejak 2017 dan berlanjut ke tahun 2018. Menurut Sri Mulyani pula bahwa kinerja ekspor didukung oleh permintaan negara mitra dagang dan impor meningkat yang menunjukkan permintaan bahan baku dan barang modal.

Selain berperan dalam siklus peningkatan ekonomi, direktorat jenderal bea dan cukai juga sangat berperan dalam keamanan barang yang masuk ke Indonesia tercinta ini. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan pengadaan Undang-Undang tentang Kepabeanan yaitu sebagai alat untuk melindungi produk- produk dalam negeri dan sebagai alat pengawasan agar tidak semua barang dapat keluar ataupun masuk dengan bebas tanpa aturan di pasaran daerah pabean Indonesia.

Pada zaman dengan teknologi yang maju ini, tak dapat dipungkiri jika terdapat kejahatan- kejahatan dalam perdagangan internasional. Penyelundupan barang misalnya, peranan direktorat jenderal bea dan cukai dalam pemeriksaan dokumen- dokumen yang sah tentang barang terkait di suatu pelabuhan juga sangat membantu dalam memelihara, menjaga keamanan dan melancarkan arus lalu lintas masuknya suatu barang.

Indonesia sebagai negara hukum, maka peran direktorat jenderal bea dan cukai dalam ketentuan- ketentuan yang ada pada hukum atau aturan Undang- Undang No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan telah mengalami peningkatan. Tahun demi tahun banyak upaya- upaya yang dilakukan guna pencapaian visi dan misinya ataupun tugas dan fungsi perwujudannya. Dengan ini, kualitas direktorat jenderal dea dan cukai Indonesia harus tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan.

Penulis: Yunita Wulandari

Leave a Comment