Edukasi Mahasiswi Melalui Zakat Talk “Soal Berbagi Bukan Hanya Tentang Kaya Atau Miskin, Melainkan Kesadaran Diri Akan Sebuah Kewajiban”

Pada sabtu, 14 Maret 2020 Mahasiswi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Darussalam gontor mengadakan seminar nasional yang bertajuk ‘Zakat Talk’. Dengan mengundang Dr. Irfan Syauqi Beik (Direktur Pendistribusian & Pendayagunaan BAZNAS) dan Dr. Imam Kamaluddin Lc., M.Hum (Dekan Fakultas Syariah) sebagai narasumber, membahas Materi yang sangat menarik untuk dipahami kaum muda Indonesia dengan tema “Optimalisasi Peran Zakat Untuk Membangun Ekonomi Indonesia.”

“Mengapa masih banyak masyarakat Indonesia yang menyalurkan zakat secara langsung kepada mustahik tanpa melalui lembaga zakat? sedangkan pada zaman Rasulullah tidak diajarkan kepada muzaki untuk memberikan zakat secara langsung kepada mustahik. Zakat yang terkumpul didistribusikan melalui baitul mal.” pertanyaan ini dilontarkan Dr. Imam Kamaluddin Lc., M.Hum., sekaligus menjadi topik pembuka pada acara ini. Permasalahan yang terjadi pada masyarakat saat ini adalah kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat, minimnya pengetahuan akan zakat serta kurangnya perhatian terhadap fakir dan miskin yang ada.

Zakat merupakan hal yang cukup tabu di masyarakat Indonesia. Bagaimana bisa dikatakan demikian? karena potensi zakat di Indonesia mencapai 280 triliun, sedangkan pengumpulan zakat pada tahun 2019 jumlahnya hanya mencapai 10 triliun saja. Lalu kemana yang lainnya? Permasalahan ini yang menjadi tugas kita semua untuk menyadarkan umat islam di Indonesia bahwa zakat hukumnya wajib bagi seluruh umat islam.

BAZNAS melakukan perannya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan, sebagaimana yang dijelaskan oleh Dr. Irfan Syauqi Beik. Agar zakat yang terkumpul dapat diterima oleh kaum fakir dan miskin secara merata. Dan hal ini dapat dilihat dari 4 gambaran besar yaitu; dari sisi pengumpulannya, dengan meningkatkan spirit untuk saling berbagi namun terkoordinasi, lalu dengan meningkatkan literasi zakat, mengotimalisasi platform digital serta mengubah cara pandang untuk saling berbagi dan memberikan segala sesuatu yang baik; dari sisi penyaluran, yang harus dikelola dengan baik; dari sisi dampak; dan dari sisi akuntabilitas.

Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa ada 4 kelompok tipologi manusia:

  1. Kebutuhan material terpenuhi spiritual terpenuhi.
  2. Spiritual terpenuhi material kurang.
  3. Spiritual kurang, material terpenuhi.
  4. Spiritual kurang, material kurang (miskin absolut).

Adapun efektifitas zakat dapat dilihat dari tiga hal yakni:

  1. Dari dampaknya
  2. Sisi keuangannya dan
  3. Sisi manejemennya

Pada kesempatan kali ini, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa lembaga zakat memiliki peran yang penting untuk menciptakan keadilan distribusi kepada orang yang benar benar membutuhkan. Dan semoga dari tulisan kami ini masyarakat tidak lagi meragukan peran amil zakat dalam pendistribusiannya maupun dalam pengelolaan zakat.

By: Chania, Sonava, dan Yashinta