DARI HUKUM ISLAM MENJADI HUKUM INDONESIA: Sebuah Realita Yang Sering Terbalik Faktanya

Prof. Dr. Juhaya S Praja, M.A. dan Dr. Imam Kamaluddin, Lc., M.Hum. dengan moderator, Ust. Muhammad Irkham Firdaus, S.H., M.H.

Selasa, 04 Februari 2020

Mahasiswi Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah kampus Mantingan, mengadakan seminar nasional yang bertemakan “Sumbangan Hukum Islam Terhadap Hukum Negara”. Yang disampaikan oleh dua narasumber yaitu, Prof. Dr. Juhaya S Praja, M.A. dan Dr. Imam Kamaluddin, Lc., M.Hum. dengan moderator, Ust. Muhammad Irkham Firdaus, S.H., M.H.

Sebagaimana yang disampaikan Dr. Imam Kamaluddin, Lc., M.Hum. Sumber hukum Islam berasal dari al-Qur’an dan Hadist yang kemudian di rangkum menjadi Ushulul Fiqh sebagai metode. Ilmu Fiqih Terbagi Menjadi, Fiqih Zakat, Fiqih Shalat, Fiqih Jinayah, Fiqih Siyam dan lain sebagainya. Kemudian dilanjutkan oleh pembicara kedua, Prof. Dr. Juhaya S Praja, M.A. beliau menjelaskan sejarah hukum dari zaman Rasulullah SAW hinggga menjadi hukum Indonesia yang saat ini di terapkan. Sumber hukum pada periode sahabat ada 3 yaitu: Al-Qur’an, Sunnah dan Ijtihad para sahabat

Hukum yang terkandung dalam Al-Qur’an terbagi menjadi dua yaitu ibadah dan muamalah. Dari kedua hukum tersebut terdapat: Fiqih Ibadah, Fiqih Zakat, Fiqih Wakaf, Fiqih Munakahat, Fiqih Mawarits, FIqih Muamalat, Pegadaian Syariah, Asuransi Syariah, dan Reksadana Syariah.

Seperti salah satu UU No.21/2008 tentang perbankan syariah yang berisi:

  1. Hukum islam di bidang perbankan telah resmi menjadi undang-undang nasional.
  2. Perbankan syariah berdiri mandiri sejajar dan mampu menjadi alternative dari bank-bank konvensional yang masih menggunakan transaksi ribawi.
  3. Hukum Ekonomi Syariah telah diterima sebagai salah satu sistem pembangunan ekonomi nasional.

Dari kesimpulan yang dapat kita ambil, pada dasarnya hukum Negara Indonesia terbentuk dengan berlandaskan kepada hukum Islam yang mana telah di terapkan oleh Nabi Muhammad SAW.

By: Chania Mutia Dan Yashinta Aulia