BI CHECKING DALAM ISLAM

Dalil Landasan BI Checking

  1. BI Checking sudah gak ada ya. Bank Checking sekarang pake instrumen yang namanya Ideb SLIK, atau Pefindo atau lainnya yang sejenis. Karena Urf Qauli, menyebabkan saya tetap pake istilah BI Checking, biar pemirsa paham yang saya maksud.
  2. BI Checking itu mengidentifikasi orang yang biasa taat akad atau yang pernah gak taat akad atau yang terbiasa gak taat akad.

Allah SWT berfirman

يايها الذين امنوا اوفوا بالعقود

Wahai orang yang punya iman, taatilah akad akad itu.

  1. BI Checking itu catatan orang yang pernah berhutang secara tidak tunai.

Allah SWT berfirman

يايها الذين امنوا اذا تداينتم بدين الى اجل مسمى فاكتبوه

Wahai orang yang punya iman, kalau ada transaksi utang atau pembayaran tidak tunai, maka catatlah.

  1. BI Checking itu identifikasi Nasabah Mampu dan Tidak Mampu bayar Utang.
  2. BI Checking itu identifikasi Karakter Nasabah.
  3. BI Checking menghindari Bahaya, agar harta bisa ditransaksikan secara amanah.

Rasulullah SAW bersabda:

لا ضرار ولا ضرار
.
(Untuk mari) tidak saling membahayakan. Tidak membahayakan, dan tidak kena bahaya.

Ada kaidah Fikih

الضرر يزول

Bahaya itu harus dihilangkah.

  1. BI Checking itu cara mudah mendata orang yang menunda bayar.

Rasulullah SAW berdabda

مطل الغني ظلم

Penundaan bayarnya orang yang mampu bayar, itu Zhalim.

  1. BI Checking itu salah satu hukuman bagi orang yang ngemplang. Diumumkan.

Rasulullah SAW bersabda

لي الواجد يحل عرضه وعقوبته

Penundaan bayarnya orang yang mampu, itu menghalalkan harga dirinya dan menghalalkan sanksi material.

Orang mampu, kok telat bayar, halal harga dirinya, boleh diumumkan ke publik sebagaimana yang dilakukan BI Checking. Bahkan Madzhab Syafii merumuskan bahwa orang seperti itu dipenjara dulu aja sampai ia mampu memberi bukti tidak bersalah.

Wallahu a’lam