Ponorogo, telah dilaksanakan kegiatan rutinan terkait pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah UNIDA Gontor Ponorogo, ustadz Mohammad Ghozali, Ph.D pada kajian ilmu pengetahuan bersama dengan jamaah Masjid Nur Iman Ponorogo.

Kegiatan rutinan yang dilaksanakan setiap pekanan ini memang sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang merupakan kewajiban sosial yang harus dilaksanakan oleh dosen-dosen UNIDA Gontor, demi terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan saat adanya instruksi dari Rektor atau Instansi terkait saja, akan tetapi kegiatan ini pure tanggung jawab sosial kepada masyarakat di lingkungan Kampus UNIDA Gontor dan sekitarnya.

lihat juga di: https://www.facebook.com/masjid.nuriman.35/videos/583405985823131/UzpfSTEwMDAyODgyNDY5NzI5NDoyMzA0ODM5MTc5MjI0MzA/

Pada Kajian ilmu ini beliau membahas tentang Wakaf dan Pengelolaan dalam Syariah. Istilah wakaf sendiri tidak asing di masyarakat, akan tetapi masyarakat belum begitu paham dampak yang luar biasa dari wakaf. masyarakat-pun masih awam dengan istilah wakaf-wakaf kontemporer seperti wakaf produktif, wakaf tunai, wakaf melalui uang, wakaf saham, dan sebagainya.

sebagaiamana landasan hukum wakaf dalam Hadist Rasulullah saw.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

yang Artinya: “ Di mana anak Adam meninggal maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan orangtuanya ”

wakaf ini merupakan amalan yang selalu mengalir pahalanya. wakaf ini diibaratkan seperti biji yang jika ditanam maka biji ini akan tumbuh dan menghasilkan pohon, dan pohon-pohon ini di tiap tangkainya menghasilkan banyak biji yang terus menerus.

pada kajian ini beliau juga menjelaskan pada jamaah tentang posisi harta wakaf, yang mana harta tersebut rusak ketika terjadi sesuatu pada harta tersebut. beliau menjelaskan bahwa pokok harta wakaf yang tetap ini akan mengalir terus pahalanya meskipun rusak akan tetapi masih dimanfaatkan oleh ummat.

Share this Post

Leave a Comment