Prinsip-prinsip Marketing Syariah

Selain prinsip-prinsip di atas, merujuk pada penjelasan Abdullah Amrin pada buku Asuransi Syariah yang diterbitkan PT. Elex Media Komputindo tahun 2006, ada 8 prinsip-prinsip pemasaran dalam islam atau yang kerap disebut dengan prinsip-prinsip pemasaran syariah. Kedelapan prinsip tersebut yakni:

1. Ikhtiar

Adalah salah satu bentuk usaha untuk mengadakan perubahaan yang dilakukan seseorang secara maksimal de ngan segenap kemampuan yang dimiliki denga harapan menghasilkan ridha Allah SWT.

2. Manfaat

Manfaat artinya berguna bagi si pemakai produk atau jasa. Bermanfaat jika mempunyai nilai guna yang dirasakan pemaka.

3. Amanah atau Tanggung jawab

Yaitu yang bertanggung jawab terhadap apa yang di promosikan dan menepati janji yang diberikan dalam sebuah promosi. Maka dari itu tidak diperkenankan membuat iklan yang berleb ih-lebihan dan terlal banyak memujiproduk.

4. Nasihat

Produk atau jasa yang dikeluarkan harus mengandung unsur peringatan berupa nasihat, sehingga hati setiap konsmen yang memanfaatkannya tersentuh terhadap tujuan hakiki kemanfaat an produk atau jasa yang digunakan.

5. Keadilan

Berbisnis secara adil adalah wajib hukumnya, bukan hanya imbauan dari Allah SWT. Sikap adil termasuk diantara nilai-nila yang tela h ditetapkan oleh Islam dalam semua aspek ekonomi Islam.

6. Transparan atau Keterbukaan

Dalam perusahaan yang berprisip syariah, pengukuran yang jelas dan transparan merupakan suatu hal yang pen ting, karena prinsip syariah mengajarkan mengenai keadilan dan kejujuran perusahaan. Dalam pemasaran perusahaan harus transparan dengan stakeholdernya (pelanggan, karyawan dan pemegang saham) yaitu dengan keterbukaan informasi yang se jelas-jelasnya dan tidak boleh ditutup-tutupi.

7. Kejujuran

Dalam promosi, infomasi yang dipaparkan harus sesuai dengan sepesifikasi produk itu sendiri dan tidak boleh me nyelewengkan informasi tentang suatu produk.

8. Ikhlas atau Tulus

Ikhlas atau tulus merupakan salah satu nilai keislaman yang terdapat dalam kegiatan promosi. Dalam mempromosikan produknya seseorang atau perusahaan harus mempunyai niat yang baik, ikhlas dan tidak ada itikad buruk.

Prinsip-prinsip di atas sejalan dengan upaya membangun sebuah strategi pemasaran yang efektif, dimana suatu perusahaan menggunakan variabel-variabel bauran pemasaran (marketing mix), yang meliputi:

  1. Produk (product) : barang atau jasa yang ditawarkan.
  2. Harga (price) : yang ditawarkan.
  3. Saluran distribusi (placement) yang digunakan (grosir, distributor, pengecer) agar produk tersebut tersedia bagi para pelanggan.
  4. Promosi (promotion) : iklan, personal selling, promosi penjualan dan publikasi.

Implementasi syariah dalam variabel-variabel bauran pemasaran dapat dilihat, misalnya pada produk, barang dan jasa yang ditawarkan adalah yang berkualitas atau sesuai dengan yang dijanjikan. Pada variabel harga, terhadap pelanggan akan disajikan harga yang kompetitif. Pada saluran distribusi, pebisnis muslim sekali-kali tidak akan pernah melakukan tindakan kezaliman terhadap pesaing lainnya. Pada promosi, pebisnis muslim juga akan menghindari iklan porno, bohong dan promosi yang menghalalkan segala cara.

Daftar Pustaka

Kertajaya, Hermawan., Muhammad Syakir Sula. 2006. Syariah Marketing. Bandung: Mizan Media Utama.

Oleh: Fadlurahman Zikri

Share this Post

Leave a Comment